Jenis-Jenis Reksadana yang Paling Umum Dikenal

Reksadana memiliki jenis yang berbeda-beda. Setiap jenis memiliki karakteristik tersendiri. Pada artikel ini akan dijelaskan 4 jenis reksadana yang paling umum dikenal dan dijadikan tujuan investasi banyak orang.

Manfaat mengenal jenis reksadana adalah agar kamu dapat memilih produk yang tepat dalam mencapai tujuan finansial.

Jenis-Jenis Reksadana

Jenis-jenis reksadana ada banyak, yaitu :

  1. Reksadana pasar uang
  2. Reksadana pendapatan tetap
  3. Reksadana pasar uang
  4. Reksadana saham
  5. Reksadana terproteksi
  6. Reksadana indeks
  7. Reksadana sektor real

Namun, yang paling umum adalah 4 jenis reksadana yang pertama. Sekaligus produk yang paling gampang dijumpai untuk mulai berinvestasi.

Maka, dari itu yang akan dibahas pada artikel ini hanya 4 saja.

1. Reksadana Pasar Uang

Reksadana pasar uang adalah reksadana yang alokasi portofolionya 100% pada instrumen pasar uang, seperti tabungan, Sertifikat Bank Indonesia, Deposito, Giro dan surat utang/obligasi yang jatuh tempo dibawah 1 tahun.

Reksadana pasar uang merupakan produk yang paling aman diantara jenis yang lain. Namun, imbal hasilnya yang paling kecil.

Kapan membeli reksadana pasar uang? Saat kamu memiliki tujuan finansial kurang dari setahun.

2. Reksadana Pendatapan Tetap

Meskipun namanya “pendapatan tetap”, bukan berarti memberikan hasil yang tetap.

Reksadana pendapatan tetap merupakan reksadana yang alokasi portofolionya 80% pada obligasi. Reksadana ini cocok jika kamu punya tujuan finansial 1-3 tahun.

Balik lagi, kenapa diberi nama “pendapatan tetap”? Karena portofolio terdiri dari obligasi yang memberikan kupon secara rutin. Kupon adalah sebutan bunga/imbal hasil untuk produk obligasi/surat utang.

3. Reksadana Campuran

Reksadana campuran adalah reksadana yang alokasi portofolionya terdiri dari pasar uang, obligasi dan saham dimana salah satunya paling banyak 79%.

Dari pengertian ini, dapat disimpulkan bahwa :

  1. Harus terdiri dari 3 instumen yaitu pasar uang, obligasi dan saham. Tidak boleh kurang.
  2. Salah satu instrumen porsi maksimal 79%.

Reksadana campuran cocok dipilih jika kamu punya target finansial 3-5 tahun.

4. Reksadana Saham

Reksadana saham adalah reksadana yang alokasi portofolionya minimal 80% pada saham. Makanya, reksadana ini memiliki risiko yang paling tinggi dibandingkan dengan yang lain.

Tapi, punya potensi keuntungan yang paling tinggi pula.

Makanya, membeli reksadana saham paling cocok untuk tujuan finansial jangka panjang seperti persiapan dana pensiun.

Bagaimana Cara Menentukan Jenis Reksadana?

Pada bagian ini pelajaran tambahan untuk kamu dalam mengidentifikasikan produk reksadana masuk ke jenis yang mana.

Hitung-hitung untuk nambah pengetahuan.

Pada aplikasi jual-beli reksadana sudah tersedia filter untuk memilah reksadana berdasarkan jenisnya. Contoh seperti gambar dibawah ini.

jenis reksadana di aplikasi
Jenis reksadana di aplikasi

Investor dipermudah dengan adanya filter ini. Namun, apakah kamu tidak penasaran bagaimana sebenarnya mengidentifikasi jenis reksadana berdasarkan alokasi portofolionya?

Nah, berikut ini cara melihat jenis reksadana berdasarkan alokasi portofolio.

Ada 2 dokumen penting yang terdapat pada produk reksadana yaitu prospektus dan fund fact sheet.

Fund Fact sheet adalah laporan bulanan yang diterbitkan oleh Manajer Investasi yang berisi informasi kinerja produk, komposisi aset, dan portfolio efek pada akhir bulan.

Gambar dibawah ini adalah salah satu fund fact sheet yang sudah diunduh. Perhatikan kotak merah adalah alokasi portofolio.

contoh reksadana pasar uang sucorinvest
Contoh alokasi portofolio reksadana

Isian portofolio terdiri dari obligasi dan deposito,- sehingga 100% berada pada pasar uang.

Ingat kembali, reksadana yang alokasi portofolionya 100% instrumen pasar uang disebut reksadana pasar uang.

Beginilah cara mengidentifikasikannya.

Jenis Reksadana Untuk Pemula

Dari jenis-jenis reksadana diatas, lalu yang mana untuk pemula?

Sebenarnya, kamu dapat memilih langsung sesuai dengan tujuan investasi. Coba tentukan jangka waktu investasi yang kamu lakukan. 1 tahun, 2 tahun, atau lebih panjang.

Lalu, tinggal disesuaikan dengan jenis reksadana yang cocok.

Tapi, penulis mengerti dengan kekhawatiran yang kamu rasakan. Sebagai investor reksadana pemula pasti memiliki kegalauan. Takut rugi, produk yang dipilih tidak memberikan hasil dan alasan lainnya.

Karena kamu pemula, maka penulis masih menganggap sebagai investor yang takut dengan risiko alias takut mengalami kerugian.

Sehingga, jenis reksadana yang paling tepat untuk kamu adalah reksadana pasar uang. Risiko minim, namun memberikan hasil yang terus naik secara perlahan. Bahkan profit bisa mencapai 7% per tahun.

Gambar dibawah ini adalah produk reksadana pasar uang. Kamu bisa melihat bahwa returnnya positif.

contoh reksadana pasar uang
Return reksadana pasar uang

Tapi kamu juga bisa menggunakan analisis sederhana ini untuk memilih reksadana yang tepat.

Jenis Reksadana Syariah

Beruntungnya, sekarang pada aplikasi atau platform marketplace reksadana sudah menyediakan fitur untuk memfilter reksadana syariah.

Fitur ini sangat memudahkan.

Contohnya seperti gambar dibawah ini pada aplikasi Bareksa dan Bibit. Saat kamu mengaktifkan fitur ini, maka secara otomatis produk yang ditampilkan hanya jenis reksadana syariah saja.

jenis reksadana syariah
Pilihan reksadana syariah

Cara lain untuk mengidentifikasi jenis syariah adalah dengan melihat nama produk bersangkutan. Biasanya ada embel-embel “Syariah atau Sharia”.

Contohnya seperti gambar dibawah ini.

contoh reksadan syariah
Contoh produk reksadana syariah

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here